Selasa, 26 Maret 2013

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA DINI MELALUI BERCERITA DI TAMAN KANAK-KANAK HARAPAN SILAING BAWAH PADANGPANJANG


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Salah satu aspek keterampilan berbahasa yang sangat penting peranannya dalam upaya melahirkan generasi masa depan yang cerdas, kritis, kreatif, dan berbudaya adalah keterampilan berbicara. Dengan menguasai keterampilan berbicara, peserta didik akan mampu mengekspresikan pikiran dan perasaannya secara cerdas sesuai konteks dan situasi pada saat dia sedang berbicara. Keterampilan berbicara juga akan mampu membentuk generasi masa depan yang kreatif sehingga mampu melahirkan tuturan atau ujaran yang komunikatif, jelas, runtut, dan mudah dipahami.
Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang utama dan yang pertama kali dipelajari oleh manusia dalam hidupnya. Semenjak seorang bayi terlahir, ia sudah belajar menyuarakan lambang-lambang bunyi bicara melalui tangisan untuk berkomunikasi dengan lingkungannya. Suara tangisan itu baru menandakan adanya potensi dasar kemampuan berbicara dari seorang anak yang perlu dikembangkan lebih lanjut oleh lingkungannya melalui berbagai latihan dan pembelajaran. Orang akan merasa terusik jika anaknya lahir tanpa suara tangisan. Orang akan merasa lebih sedih lagi jika anaknya tumbuh dewasa tanpa memiliki kemampuan berbicara secara lisan.
Setiap manusia dituntut terampil berkomunikasi, terampil menyatakan pikiran, gagasan, ide, dan perasaan. Terampil menangkap informasi-informasi 2
yang didapat, dan terampil pula menyampaikan informasi-informasi yang diterimanya. Kehidupan manusia setiap hari dihadapkan dalam berbagai kegiatan yang menuntut keterampilan berbicara. Contohnya dalam lingkungan keluarga, dialog selalu terjadi, antara ayah dan ibu, orang tua dan anak, dan antara anak-anak itu sendiri. Di luar lingkungan keluarga juga terjadi pembicaraan antara tetangga dengan tetangga, antar teman sepermainan, rekan kerja, teman perkuliahan dan sebagainya. Semua situasi tersebut menuntut agar kita mampu dan terampil berbicara.
Keterampilan berbicara juga memiliki peran penting dalam pendidikan, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat luas. Proses transfer ilmu pengetahuan kepada subyek didik pada umumnya disampaikan secara lisan. Tata krama dalam pergaulan, nilai-nilai, norma-norma, dan adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat juga banyak diajarkan terlebih dahulu secara lisan. Hal ini berlaku dalam masyarakat tradisional maupun masyarakat modern.
Pendidikan anak usia dini memegang peranan yang sangat penting dan menentukan bagi perkembangan anak selanjutnya, sebab Taman Kanak-kanak merupakan fondasi bagi dasar kepribadian anak. Anak yang mendapatkan pembinaan yang baik sejak usia dini akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja dan produktivitas, serta dapat memupuk bakat dan minatnya sejak dini.
Perkembangan pemakaian bahasa pada anak dipengaruhi oleh meningkatnya usia anak. Semakin anak bertambah umur, maka akan semakin 3
banyak kosa kata yang dikuasai dan semakin jelas pelafalan atau pengucapan katanya. Kemampuan berkomunikasi dengan baik, benar, efektif, dan efisien adalah tuntutan. Selain pentingnya keterampilan berbicara untuk berkomunikasi, komunikasi dapat berlangsung secara efektif dan efisien dengan menggunakan bahasa, sedangkan hakikat bahasa adalah ucapan. Proses pengucapan bunyi-bunyi bahasa itu tidak lain adalah berbicara. Untuk dapat berbicara dengan baik diperlukan keterampilan berbicara.
Dari uraian di atas, diketahui betapa pentingnya keterampilan berbicara bagi seseorang. Oleh karena itu, pembelajaran keterampilan berbicara perlu mendapat perhatian agar anak memiliki keterampilan berbicara, sehingga mampu berkomunikasi untuk menyampaikan isi hatinya kepada orang lain dengan baik. Selain betapa pentingnya keterampilan berbicara bagi seseorang, pembelajaran keterampilan berbicara perlu mendapatkan perhatian karena keterampilan berbicara tidak bisa diperoleh secara otomatis, melainkan harus belajar dan berlatih.
Keterampilan berbicara pada anak di Taman Kanak-kanak pada dasarnya perlu mendapatkan perhatian yang serius. Hal ini dilakukan agar mampu memberikan pengetahuan dan dasar keterampilan dalam berkomunikasi yang lebih baik bagi anak di kemudian hari. Bahasa yang sederhana, tidak berdasarkan pada kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar serta bahasa sehari-hari yang masih banyak digunakan dalam berbicara anak perlu mendapatkan perhatian yang serius agar mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam sejak dini tentang bagaimana berbicara 4
dengan bahasa yang baik. Dalam proses pembelajaran tingkat Taman Kanak-Kanak keterampilan berbicara ditekankan pada kemampuan untuk berbicara dengan baik, tidak harus sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tetapi sedikit banyak harus mampu memberikan dasar pembelajaran berbahasa yang baik dan benar.
Buku cerita disukai hampir semua anak apa lagi kalau buku cerita tersebut berupa cerita dengan ilustrasi bagus dengan sedikit permainan yang melibatkan mereka. Keterampilan anak perlu ditingkatkan, oleh karena itu pembelajaran harus menarik dan menyenangkan. Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan adalah melalui cerita bergambar. Anak-anak akan merasa terlibat dalam petualangan dan konflik-konflik yang dialami karakter-karakter di dalamnya, sehingga membaca pun akan semakin menyenangkan. Buku cerita non fiksi menstimulasi pembacanya berpikir mengenai jawaban dari plot cerita dan membuat pembacanya bertanya-tanya sehubungan plot yang disajikan.
Kebiasaan anak dalam menggunakan bahasa ibu disekolah merupakan salah satu kendala dalam pembelajaran berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik pada anak di Taman Kanak-kanak Harapan Silaing Bawah Padangpanjang, karena faktor kebiasaan berbicara dalam bahasa daerah maka membuat anak merasa aneh dan kikuk saat diminta untuk berbicara didepan kelas dengan menggunakan bahasa Indonesia.
Permasalahan tersebut di atas disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya media pembelajaran yang kurang menarik, pembelajaran yang 5
hanya menitik beratkan pada membaca dan berhitung saja dan penggunaan metode yang statis sehingga membuat anak bosan dan kurang dapat memunculkan ide kreatifnya.
Berdasarkan uraian di atas, maka dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk mengangkat permasalahan yang berkaitan dengan proses pembelajaran dalam upaya meningkatkan keterampilan berbicara pada anak yang ada di Taman Kanak-kanak Harapan Silaing Bawah Padangpanjang dengan menggunakan metode cerita bergambar khususnya untuk anak kelompok B1. Untuk itu dalam penelitian ini peneliti memberikan judul penelitian ini : “Peningkatan Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini melalui Cerita Bergambar pada Anak Taman Kanak-kanak Harapan Silaing Bawah Padangpanjang.”

Ditulis Oleh : Unknown // 21.33
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar