BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Salah satu aspek
keterampilan berbahasa yang sangat penting peranannya dalam upaya melahirkan
generasi masa depan yang cerdas, kritis, kreatif, dan berbudaya adalah
keterampilan berbicara. Dengan menguasai keterampilan berbicara, peserta didik
akan mampu mengekspresikan pikiran dan perasaannya secara cerdas sesuai konteks
dan situasi pada saat dia sedang berbicara. Keterampilan berbicara juga akan
mampu membentuk generasi masa depan yang kreatif sehingga mampu melahirkan
tuturan atau ujaran yang komunikatif, jelas, runtut, dan mudah dipahami.
Berbicara
merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang utama dan yang pertama kali
dipelajari oleh manusia dalam hidupnya. Semenjak seorang bayi terlahir, ia
sudah belajar menyuarakan lambang-lambang bunyi bicara melalui tangisan untuk
berkomunikasi dengan lingkungannya. Suara tangisan itu baru menandakan adanya
potensi dasar kemampuan berbicara dari seorang anak yang perlu dikembangkan
lebih lanjut oleh lingkungannya melalui berbagai latihan dan pembelajaran. Orang
akan merasa terusik jika anaknya lahir tanpa suara tangisan. Orang akan merasa
lebih sedih lagi jika anaknya tumbuh dewasa tanpa memiliki kemampuan berbicara
secara lisan.
Setiap manusia
dituntut terampil berkomunikasi, terampil menyatakan pikiran, gagasan, ide, dan
perasaan. Terampil menangkap informasi-informasi 2
yang didapat, dan terampil pula menyampaikan informasi-informasi yang
diterimanya. Kehidupan manusia setiap hari dihadapkan dalam berbagai kegiatan
yang menuntut keterampilan berbicara. Contohnya dalam lingkungan keluarga,
dialog selalu terjadi, antara ayah dan ibu, orang tua dan anak, dan antara
anak-anak itu sendiri. Di luar lingkungan keluarga juga terjadi pembicaraan
antara tetangga dengan tetangga, antar teman sepermainan, rekan kerja, teman
perkuliahan dan sebagainya. Semua situasi tersebut menuntut agar kita mampu dan
terampil berbicara.
Keterampilan
berbicara juga memiliki peran penting dalam pendidikan, baik di lingkungan
keluarga, sekolah maupun masyarakat luas. Proses transfer ilmu pengetahuan
kepada subyek didik pada umumnya disampaikan secara lisan. Tata krama dalam
pergaulan, nilai-nilai, norma-norma, dan adat kebiasaan yang berlaku dalam
masyarakat juga banyak diajarkan terlebih dahulu secara lisan. Hal ini berlaku
dalam masyarakat tradisional maupun masyarakat modern.
Pendidikan anak
usia dini memegang peranan yang sangat penting dan menentukan bagi perkembangan
anak selanjutnya, sebab Taman Kanak-kanak merupakan fondasi bagi dasar
kepribadian anak. Anak yang mendapatkan pembinaan yang baik sejak usia dini
akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja dan produktivitas,
serta dapat memupuk bakat dan minatnya sejak dini.
Perkembangan
pemakaian bahasa pada anak dipengaruhi oleh meningkatnya usia anak. Semakin anak
bertambah umur, maka akan semakin 3
banyak kosa kata yang dikuasai dan semakin jelas pelafalan atau
pengucapan katanya. Kemampuan berkomunikasi dengan baik, benar, efektif, dan
efisien adalah tuntutan. Selain pentingnya keterampilan berbicara untuk berkomunikasi,
komunikasi dapat berlangsung secara efektif dan efisien dengan menggunakan
bahasa, sedangkan hakikat bahasa adalah ucapan. Proses pengucapan bunyi-bunyi
bahasa itu tidak lain adalah berbicara. Untuk dapat berbicara dengan baik
diperlukan keterampilan berbicara.
Dari uraian di
atas, diketahui betapa pentingnya keterampilan berbicara bagi seseorang. Oleh
karena itu, pembelajaran keterampilan berbicara perlu mendapat perhatian agar
anak memiliki keterampilan berbicara, sehingga mampu berkomunikasi untuk
menyampaikan isi hatinya kepada orang lain dengan baik. Selain betapa
pentingnya keterampilan berbicara bagi seseorang, pembelajaran keterampilan
berbicara perlu mendapatkan perhatian karena keterampilan berbicara tidak bisa
diperoleh secara otomatis, melainkan harus belajar dan berlatih.
Keterampilan
berbicara pada anak di Taman Kanak-kanak pada dasarnya perlu mendapatkan
perhatian yang serius. Hal ini dilakukan agar mampu memberikan pengetahuan dan
dasar keterampilan dalam berkomunikasi yang lebih baik bagi anak di kemudian
hari. Bahasa yang sederhana, tidak berdasarkan pada kaidah bahasa Indonesia
yang baik dan benar serta bahasa sehari-hari yang masih banyak digunakan dalam
berbicara anak perlu mendapatkan perhatian yang serius agar mampu memberikan
pemahaman yang lebih mendalam sejak dini tentang bagaimana berbicara 4
dengan bahasa yang baik. Dalam proses pembelajaran tingkat Taman
Kanak-Kanak keterampilan berbicara ditekankan pada kemampuan untuk berbicara
dengan baik, tidak harus sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan
benar. Tetapi sedikit banyak harus mampu memberikan dasar pembelajaran
berbahasa yang baik dan benar.
Buku cerita
disukai hampir semua anak apa lagi kalau buku cerita tersebut berupa cerita
dengan ilustrasi bagus dengan sedikit permainan yang melibatkan mereka.
Keterampilan anak perlu ditingkatkan, oleh karena itu pembelajaran harus
menarik dan menyenangkan. Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan
adalah melalui cerita bergambar. Anak-anak akan merasa terlibat dalam
petualangan dan konflik-konflik yang dialami karakter-karakter di dalamnya,
sehingga membaca pun akan semakin menyenangkan. Buku cerita non fiksi
menstimulasi pembacanya berpikir mengenai jawaban dari plot cerita dan membuat
pembacanya bertanya-tanya sehubungan plot yang disajikan.
Kebiasaan anak
dalam menggunakan bahasa ibu disekolah merupakan salah satu kendala dalam
pembelajaran berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik pada anak
di Taman Kanak-kanak Harapan Silaing Bawah Padangpanjang, karena faktor
kebiasaan berbicara dalam bahasa daerah maka membuat anak merasa aneh dan kikuk
saat diminta untuk berbicara didepan kelas dengan menggunakan bahasa Indonesia.
Permasalahan
tersebut di atas disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya media pembelajaran
yang kurang menarik, pembelajaran yang 5
hanya menitik beratkan pada membaca dan berhitung saja dan penggunaan
metode yang statis sehingga membuat anak bosan dan kurang dapat memunculkan ide
kreatifnya.
Berdasarkan
uraian di atas, maka dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk mengangkat
permasalahan yang berkaitan dengan proses pembelajaran dalam upaya meningkatkan
keterampilan berbicara pada anak yang ada di Taman Kanak-kanak Harapan Silaing
Bawah Padangpanjang dengan menggunakan metode cerita bergambar khususnya untuk
anak kelompok B1. Untuk itu dalam penelitian ini peneliti memberikan judul
penelitian ini : “Peningkatan Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini melalui
Cerita Bergambar pada Anak Taman Kanak-kanak Harapan Silaing Bawah Padangpanjang.”


0 komentar:
Posting Komentar