PENDAHULUAN


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dipelajari siswa di jenjang pendidikan formal mulai dari tingkat SD sampai SMA. Matematika juga merupakan ilmu dasar yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Sering kali orang memakai konsep matematika untuk menyelesaikan permasalahan yang ada tanpa mereka sadari bahwa mereka telah melakukannya1. Misalkan dalam bidang perdagangan, pada bidang ini salah satu kegunaan matematika adalah untuk mencari laba rugi. Dalam mencari laba rugi manusia menggunakan operasioperasi bilangan serta lambang-lambang matematika sehingga didapatkan hasil yang diinginkan. Contoh di atas merupakan salah satu kegunaan matematika bagi manusia. Salah satu sebab mengapa manusia menggunakan matematika untuk menyelesaikan permasalahannya yaitu karena di dalam matematika terdapat lambang-lambang (simbol), gambar serta operasi hitung yang dapat membantu siswa atau manusia memecahkan masalah dalam kehidupan2. Mengingat betapa pentingnya matematika, maka matematika perlu di sampaikan kepada siswa, oleh karena itu guru dalam melaksanakan pengajaran harus mengarah pada penguasaan konsep matematika. Karena dalam konsep matematika, konsep A dan konsep B mendasari konsep C, maka konsep C tidak mungkin di pelajari sebelum konsep A dan B dipelajari terlebih dahulu. Demikian pula konsep D baru dapat dipelajari bila konsep C sudah dipahami. Ini berarti pengalaman belajar yang lalu memegang peranan untuk memahami konsep-konsep baru. Jelas bahwa pengalaman belajar matematika di SMP misalnya, akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan penguasaan bahan matematika di SMA3. Pada pengajaran matematika guru lebih banyak menyampaikan sejumlah ide atau gagasan-gagasan matematika, sementara dalam pembelajaran matematika siswa mendapat porsi lebih banyak dari ada guru, bahkan mereka harus dominan dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan pembelajaran, siswa berperan aktif sebagai pembelajar dan fungsi guru lebih pada sebagai fasilitator. Kenyataan menunjukkan bahwa rendahnya hasil belajar siswa SMP melalui NEM merupakan tantangan yang serius bagi dunia pendidikan dan semua pihak yang berkecimpung dalam pendidikan matematika. Hal ini dimaksudkan agar siswa tidak jenuh dalam menerima dan mengikuti proses belajar mengajar matematika. Salah satu faktor yang mungkin sebagai penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah bahwa perencanaan dan penerapan pembelajaran yang dilakukan oleh para guru matematika masih dominan dengan metode transfer informasi. Kondisi pembelajaran seperti ini akan menimbulkan kebosanan bagi siswa, siswa tidak dapat melihat hubungan antar materi pelajaran yang telah dipelajari dengan materi berikutnya. Ini diperparah dengan sikap guru yang tidak pernah mengingatkan kembali siswa tentang materi sebelumnya dan terus melanjutkan tanpa memperhatikan apakah siswa pada umumnya telah memahami materi yang diberikan sehingga pelajaran matematika tidak menarik, tidak disenangi, dan dengan sendirinya pelajaran matematika akan terasa sulit. Dengan demikian sebagai konsekuensinya hasil belajar yang di capai siswa belum sesuai dengan harapan4. Ausubel menyatakan bahwa faktor tunggal yang sangat penting dalam proses belajar mengajar adalah apa yang telah diketahui siswa berupa materi pelajaran yang telah dipelajarinya. Apa yang telah dipelajari siswa dapat dimanfaatkan dan dijadikan sebagai titik tolak dalam mengkomunikasikan
informasi atau ide baru dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat melihat keterkaitan antara materi yang sudah diberikan dengan materi baru. Namun sering terjadi siswa tidak mampu melakukannya. Dalam hal inilah diperlukan adanya alat yang dapat menjembatani informasi atau ide baru dengan materi pelajaran yang telah diterima oleh siswa. Alat penghubung yang dimaksud oleh Ausubel dalam teori belajar bermaknanya adalah Advance Advance organizer dapat dikatakan sebagai pengatur awal dalam kemajuan belajar yaitu abstraksi dari bahan yang akan dipelajari. Advance organizer sangat besar pengaruhnya bagi peserta didik dalam proses pembelajaran karena bahan yang dirancang dengan baik akan menarik perhatian siswa dan akan menghubungkan bahan yang baru dengan apa yang telah diketahui sebelumnya serta tersimpan dalam struktur kognitifnya. Struktur kognitif ini akan menentukan kejelasan arti-arti yang timbul pada saat pengetahuan baru masuk, termasuk proses interaksinya, sehingga terjadilah proses belajar bermakna5. Belajar bermakna disini merupakan proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang6. Salah satu cara untuk menjelaskan materi pelajaran kepada siswa agar dapat menghubungkan atau mengkaitkan antar konsep, sehingga terjadi kegiatan belajar bermakna adalah dengan menggunakan peta konsep. Peta konsep merupakan sebuah strategi alternatif yang dapat digunakan dalam membantu siswa memahami materi. Pemakaian peta konsep ini bertujuan
agar materi yang dibuat melalui peta konsep tersebut dapat dipahami dan dapat dibuat untuk merangkum pelajaran. Peta konsep juga merupakan skema yang menggambarkan suatu himpunan konsep (termasuk teorema, prinsip, sifat dan lain-lain) dengan maksud mengaitkan atau menanamkan dalam suatu kerangka kerja dengan menggunakan proposisi-proposisi agar menjadi jelas, baik bagi siswa maupun guru. Hal ini disebut sebagai alat bantu bagi guru sebelum proses belajar yang terjadi dapat dikatakan bermakna. Salah satu materi matematika yang sesuai dengan peta konsep adalah pecahan. Karena pada materi pecahan antara konsep yang satu dengan konsep yang lain saling berhubungan. Selain itu konsep pecahan adalah konsep-konsep dasar yang harus dikuasai siswa sebelum mempelajari materi lebih lanjut terutama tentang aljabar. Jadi tugas guru dalam mengajar, pertama menyajikan kerangka konsep yang umum (organizer) dan menyeluruh yang akan berfungsi sebagai pengorganisasi semua informasi yang akan diasimilasikan siswa. Berdasarkan dari permasalahan diatas, maka penulis merasa perlu untuk mengadakan penelitian yang berkaitan dengan “PENCAPAIAN KETUNTASAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER DENGAN BANTUAN PETA KONSEP DI SMP NEGERI 3 TAMAN SIDOARJO”.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA DINI MELALUI BERCERITA DI TAMAN KANAK-KANAK HARAPAN SILAING BAWAH PADANGPANJANG
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Salah satu aspek keterampilan berbahasa yang sangat penting peranannya dalam upaya melahirkan generasi masa depan yang cerdas, kritis, kreatif, dan berbudaya adalah keterampilan berbicara. Dengan menguasai keterampilan berbicara, peserta didik akan mampu mengekspresikan pikiran dan perasaannya secara cerdas sesuai konteks dan situasi pada saat dia sedang berbicara. Keterampilan berbicara juga akan mampu membentuk generasi masa depan yang kreatif sehingga mampu melahirkan tuturan atau ujaran yang komunikatif, jelas, runtut, dan mudah dipahami.
Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang utama dan yang pertama kali dipelajari oleh manusia dalam hidupnya. Semenjak seorang bayi terlahir, ia sudah belajar menyuarakan lambang-lambang bunyi bicara melalui tangisan untuk berkomunikasi dengan lingkungannya. Suara tangisan itu baru menandakan adanya potensi dasar kemampuan berbicara dari seorang anak yang perlu dikembangkan lebih lanjut oleh lingkungannya melalui berbagai latihan dan pembelajaran. Orang akan merasa terusik jika anaknya lahir tanpa suara tangisan. Orang akan merasa lebih sedih lagi jika anaknya tumbuh dewasa tanpa memiliki kemampuan berbicara secara lisan.
Setiap manusia dituntut terampil berkomunikasi, terampil menyatakan pikiran, gagasan, ide, dan perasaan. Terampil menangkap informasi-informasi 2
yang didapat, dan terampil pula menyampaikan informasi-informasi yang diterimanya. Kehidupan manusia setiap hari dihadapkan dalam berbagai kegiatan yang menuntut keterampilan berbicara. Contohnya dalam lingkungan keluarga, dialog selalu terjadi, antara ayah dan ibu, orang tua dan anak, dan antara anak-anak itu sendiri. Di luar lingkungan keluarga juga terjadi pembicaraan antara tetangga dengan tetangga, antar teman sepermainan, rekan kerja, teman perkuliahan dan sebagainya. Semua situasi tersebut menuntut agar kita mampu dan terampil berbicara.
Keterampilan berbicara juga memiliki peran penting dalam pendidikan, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat luas. Proses transfer ilmu pengetahuan kepada subyek didik pada umumnya disampaikan secara lisan. Tata krama dalam pergaulan, nilai-nilai, norma-norma, dan adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat juga banyak diajarkan terlebih dahulu secara lisan. Hal ini berlaku dalam masyarakat tradisional maupun masyarakat modern.
Pendidikan anak usia dini memegang peranan yang sangat penting dan menentukan bagi perkembangan anak selanjutnya, sebab Taman Kanak-kanak merupakan fondasi bagi dasar kepribadian anak. Anak yang mendapatkan pembinaan yang baik sejak usia dini akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja dan produktivitas, serta dapat memupuk bakat dan minatnya sejak dini.
Perkembangan pemakaian bahasa pada anak dipengaruhi oleh meningkatnya usia anak. Semakin anak bertambah umur, maka akan semakin 3
banyak kosa kata yang dikuasai dan semakin jelas pelafalan atau pengucapan katanya. Kemampuan berkomunikasi dengan baik, benar, efektif, dan efisien adalah tuntutan. Selain pentingnya keterampilan berbicara untuk berkomunikasi, komunikasi dapat berlangsung secara efektif dan efisien dengan menggunakan bahasa, sedangkan hakikat bahasa adalah ucapan. Proses pengucapan bunyi-bunyi bahasa itu tidak lain adalah berbicara. Untuk dapat berbicara dengan baik diperlukan keterampilan berbicara.
Dari uraian di atas, diketahui betapa pentingnya keterampilan berbicara bagi seseorang. Oleh karena itu, pembelajaran keterampilan berbicara perlu mendapat perhatian agar anak memiliki keterampilan berbicara, sehingga mampu berkomunikasi untuk menyampaikan isi hatinya kepada orang lain dengan baik. Selain betapa pentingnya keterampilan berbicara bagi seseorang, pembelajaran keterampilan berbicara perlu mendapatkan perhatian karena keterampilan berbicara tidak bisa diperoleh secara otomatis, melainkan harus belajar dan berlatih.
Keterampilan berbicara pada anak di Taman Kanak-kanak pada dasarnya perlu mendapatkan perhatian yang serius. Hal ini dilakukan agar mampu memberikan pengetahuan dan dasar keterampilan dalam berkomunikasi yang lebih baik bagi anak di kemudian hari. Bahasa yang sederhana, tidak berdasarkan pada kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar serta bahasa sehari-hari yang masih banyak digunakan dalam berbicara anak perlu mendapatkan perhatian yang serius agar mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam sejak dini tentang bagaimana berbicara 4
dengan bahasa yang baik. Dalam proses pembelajaran tingkat Taman Kanak-Kanak keterampilan berbicara ditekankan pada kemampuan untuk berbicara dengan baik, tidak harus sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tetapi sedikit banyak harus mampu memberikan dasar pembelajaran berbahasa yang baik dan benar.
Buku cerita disukai hampir semua anak apa lagi kalau buku cerita tersebut berupa cerita dengan ilustrasi bagus dengan sedikit permainan yang melibatkan mereka. Keterampilan anak perlu ditingkatkan, oleh karena itu pembelajaran harus menarik dan menyenangkan. Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan adalah melalui cerita bergambar. Anak-anak akan merasa terlibat dalam petualangan dan konflik-konflik yang dialami karakter-karakter di dalamnya, sehingga membaca pun akan semakin menyenangkan. Buku cerita non fiksi menstimulasi pembacanya berpikir mengenai jawaban dari plot cerita dan membuat pembacanya bertanya-tanya sehubungan plot yang disajikan.
Kebiasaan anak dalam menggunakan bahasa ibu disekolah merupakan salah satu kendala dalam pembelajaran berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik pada anak di Taman Kanak-kanak Harapan Silaing Bawah Padangpanjang, karena faktor kebiasaan berbicara dalam bahasa daerah maka membuat anak merasa aneh dan kikuk saat diminta untuk berbicara didepan kelas dengan menggunakan bahasa Indonesia.
Permasalahan tersebut di atas disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya media pembelajaran yang kurang menarik, pembelajaran yang 5
hanya menitik beratkan pada membaca dan berhitung saja dan penggunaan metode yang statis sehingga membuat anak bosan dan kurang dapat memunculkan ide kreatifnya.
Berdasarkan uraian di atas, maka dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk mengangkat permasalahan yang berkaitan dengan proses pembelajaran dalam upaya meningkatkan keterampilan berbicara pada anak yang ada di Taman Kanak-kanak Harapan Silaing Bawah Padangpanjang dengan menggunakan metode cerita bergambar khususnya untuk anak kelompok B1. Untuk itu dalam penelitian ini peneliti memberikan judul penelitian ini : “Peningkatan Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini melalui Cerita Bergambar pada Anak Taman Kanak-kanak Harapan Silaing Bawah Padangpanjang.”
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Salah satu aspek keterampilan berbahasa yang sangat penting peranannya dalam upaya melahirkan generasi masa depan yang cerdas, kritis, kreatif, dan berbudaya adalah keterampilan berbicara. Dengan menguasai keterampilan berbicara, peserta didik akan mampu mengekspresikan pikiran dan perasaannya secara cerdas sesuai konteks dan situasi pada saat dia sedang berbicara. Keterampilan berbicara juga akan mampu membentuk generasi masa depan yang kreatif sehingga mampu melahirkan tuturan atau ujaran yang komunikatif, jelas, runtut, dan mudah dipahami. Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang utama dan yang pertama kali dipelajari oleh manusia dalam hidupnya. Semenjak seorang bayi terlahir, ia sudah belajar menyuarakan lambang-lambang bunyi bicara melalui tangisan untuk berkomunikasi dengan lingkungannya. Suara tangisan itu baru menandakan adanya potensi dasar kemampuan berbicara dari seorang anak yang perlu dikembangkan lebih lanjut oleh lingkungannya melalui berbagai latihan dan pembelajaran. Orang akan merasa terusik jika anaknya lahir tanpa suara tangisan. Orang akan merasa lebih sedih lagi jika anaknya tumbuh dewasa tanpa memiliki kemampuan berbicara secara lisan. Setiap manusia dituntut terampil berkomunikasi, terampil menyatakan pikiran, gagasan, ide, dan perasaan. Terampil menangkap informasi-informasi 2 yang didapat, dan terampil pula menyampaikan informasi-informasi yang diterimanya. Kehidupan manusia setiap hari dihadapkan dalam berbagai kegiatan yang menuntut keterampilan berbicara. Contohnya dalam lingkungan keluarga, dialog selalu terjadi, antara ayah dan ibu, orang tua dan anak, dan antara anak-anak itu sendiri. Di luar lingkungan keluarga juga terjadi pembicaraan antara tetangga dengan tetangga, antar teman sepermainan, rekan kerja, teman perkuliahan dan sebagainya. Semua situasi tersebut menuntut agar kita mampu dan terampil berbicara. Keterampilan berbicara juga memiliki peran penting dalam pendidikan, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat luas. Proses transfer ilmu pengetahuan kepada subyek didik pada umumnya disampaikan secara lisan. Tata krama dalam pergaulan, nilai-nilai, norma-norma, dan adat kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat juga banyak diajarkan terlebih dahulu secara lisan. Hal ini berlaku dalam masyarakat tradisional maupun masyarakat modern. Pendidikan anak usia dini memegang peranan yang sangat penting dan menentukan bagi perkembangan anak selanjutnya, sebab Taman Kanak-kanak merupakan fondasi bagi dasar kepribadian anak. Anak yang mendapatkan pembinaan yang baik sejak usia dini akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja dan produktivitas, serta dapat memupuk bakat dan minatnya sejak dini. Perkembangan pemakaian bahasa pada anak dipengaruhi oleh meningkatnya usia anak. Semakin anak bertambah umur, maka akan semakin 3 banyak kosa kata yang dikuasai dan semakin jelas pelafalan atau pengucapan katanya. Kemampuan berkomunikasi dengan baik, benar, efektif, dan efisien adalah tuntutan. Selain pentingnya keterampilan berbicara untuk berkomunikasi, komunikasi dapat berlangsung secara efektif dan efisien dengan menggunakan bahasa, sedangkan hakikat bahasa adalah ucapan. Proses pengucapan bunyi-bunyi bahasa itu tidak lain adalah berbicara. Untuk dapat berbicara dengan baik diperlukan keterampilan berbicara. Dari uraian di atas, diketahui betapa pentingnya keterampilan berbicara bagi seseorang. Oleh karena itu, pembelajaran keterampilan berbicara perlu mendapat perhatian agar anak memiliki keterampilan berbicara, sehingga mampu berkomunikasi untuk menyampaikan isi hatinya kepada orang lain dengan baik. Selain betapa pentingnya keterampilan berbicara bagi seseorang, pembelajaran keterampilan berbicara perlu mendapatkan perhatian karena keterampilan berbicara tidak bisa diperoleh secara otomatis, melainkan harus belajar dan berlatih. Keterampilan berbicara pada anak di Taman Kanak-kanak pada dasarnya perlu mendapatkan perhatian yang serius. Hal ini dilakukan agar mampu memberikan pengetahuan dan dasar keterampilan dalam berkomunikasi yang lebih baik bagi anak di kemudian hari. Bahasa yang sederhana, tidak berdasarkan pada kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar serta bahasa sehari-hari yang masih banyak digunakan dalam berbicara anak perlu mendapatkan perhatian yang serius agar mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam sejak dini tentang bagaimana berbicara 4 dengan bahasa yang baik. Dalam proses pembelajaran tingkat Taman Kanak-Kanak keterampilan berbicara ditekankan pada kemampuan untuk berbicara dengan baik, tidak harus sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tetapi sedikit banyak harus mampu memberikan dasar pembelajaran berbahasa yang baik dan benar. Buku cerita disukai hampir semua anak apa lagi kalau buku cerita tersebut berupa cerita dengan ilustrasi bagus dengan sedikit permainan yang melibatkan mereka. Keterampilan anak perlu ditingkatkan, oleh karena itu pembelajaran harus menarik dan menyenangkan. Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan adalah melalui cerita bergambar. Anak-anak akan merasa terlibat dalam petualangan dan konflik-konflik yang dialami karakter-karakter di dalamnya, sehingga membaca pun akan semakin menyenangkan. Buku cerita non fiksi menstimulasi pembacanya berpikir mengenai jawaban dari plot cerita dan membuat pembacanya bertanya-tanya sehubungan plot yang disajikan. Kebiasaan anak dalam menggunakan bahasa ibu disekolah merupakan salah satu kendala dalam pembelajaran berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik pada anak di Taman Kanak-kanak Harapan Silaing Bawah Padangpanjang, karena faktor kebiasaan berbicara dalam bahasa daerah maka membuat anak merasa aneh dan kikuk saat diminta untuk berbicara didepan kelas dengan menggunakan bahasa Indonesia. Permasalahan tersebut di atas disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya media pembelajaran yang kurang menarik, pembelajaran yang 5 hanya menitik beratkan pada membaca dan berhitung saja dan penggunaan metode yang statis sehingga membuat anak bosan dan kurang dapat memunculkan ide kreatifnya. Berdasarkan uraian di atas, maka dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk mengangkat permasalahan yang berkaitan dengan proses pembelajaran dalam upaya meningkatkan keterampilan berbicara pada anak yang ada di Taman Kanak-kanak Harapan Silaing Bawah Padangpanjang dengan menggunakan metode cerita bergambar khususnya untuk anak kelompok B1. Untuk itu dalam penelitian ini peneliti memberikan judul penelitian ini : “Peningkatan Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini melalui Cerita Bergambar pada Anak Taman Kanak-kanak Harapan Silaing Bawah Padangpanjang.”
Di bawah ini adalah beberapa contoh skripsi yang bisa anda jadikan bahan referensi sebelum menyusun skripsi, tesis maupun tugas akhir.
jika sahabat mahasiswa pengen menghemat waktu? kami menyediakan paket "mega skripsi" paket kumpulan skripsi lengkap semua jurusan hanya dengan Rp.125.000,- anda sudah mendapat lebih dari 3200 skripsi lengkap berbagai jurusan dan fakultas. skripsi yang kami berikan berupa file doc, sehingga sahabat mahasiswa dapat dengan mudah mengedit skripsinya kembali. tunggu apa lagi mw cepat lulus wisuda dan jadi sarjana pesanlah sekarang juga, kesempatan terbatas.
silahkan menghubungi kami disini >>>>>
PESAN SKRIPSI
Silahkan lihat Paket Skripsinya di bawah ini :
1 Paket = 1 DVD isi 1300 Skripsi Lengkap Semua Jurusan Rp.100.000,-
2 Paket = 2 DVD isi 2300 Skripsi Lengkap Semua Jurusan Rp.135.000,-
3 Paket = 3 DVD isi 3300 Skripsi Lengkap Semua Jurusan Rp.175.000,-
Semua Skripsi Sudah lengkap Dengan Format doc dari BAB 1 - BAB V, File Skripsi Kami pisahkan per jurusan dalam 1 folder sehingga dengan mudah dilihat.
untuk skripsi Teknik Informatika kami menambahkan program+sourcekode lengkap perjudul skripsi yang bisa langsung anda pakai, program - program yang ada memakai bahasa pemrograman :
Kumpulan Judul Skripsi Jurusan Pendidikan Fisika:
"Apa lagi yang Anda tunggu, kesempatan terbaik tidak akan bertahan lama."
DAERAH LEMBAR CIANJUR DENGAN MENGGUNAKAN
APLIKASI KONTINUASI KE ATAS DAN ANALISIS SPEKTRAL
DATA GAYABERAT
Topik Materi Cara Pencegahan Kerusakan Lingkungan
KONSEP GERAK MELINGKAR BERATURAN
UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS
SISWA SMP KELAS VII PADA PEMBELAJARAN FISIKA
DALAM MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
MIKROKONTROLER
BERPIKIR KRITIS SISWA
UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN MENGETAHUI PROFIL MOTIVASI BELAJAR FISIKA SISWA SMP
:Studi Deskriptif Analitik terhadap Siswa SMA Negeri Kelas XI IPA berdasarkan Cluster di Kota Bandung Tahun Ajaran 2009/2010 enelitian Eksperimen Terhadap Siswa SMA Negeri 2 Bandung Tahun Ajaran 2007/2008
enelitian Kuasi Eksperimen di SMA Negeri 1 Lembang
SETIA BHAKTI CILAWU GARUT enelitian Tindakan Kelas Terhadap Siswa Kelas XI IPA 1 di Salah Satu SMA Swasta di Kabupaten Garut tahun Ajaran 2009/2010
(Suatu Studi Eksperimen Terhadap Siswa Kelas VII SMPN 12 Bandung)
PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA SMA
MASALAH (PROBLEM BASED INSTRUCTION) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN MENGETAHUI MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA
PADA PEMBELAJARAN FISIKA POKOK BAHASAN SUHU DAN KALOR
UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA SMA
PROFIL AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP DALAM PEMBELAJARAN IPA FISIKA SETELAH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD
POKOK CAHAYA DENGAN MENGGUNAKAN
PENDEKATAN KONTEKSTUAL
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS-GAMES-TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA
MELALUI DRAMATISASI CERITA RAKYAT
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DI MADRASAH TSANAWIYAH
DALAM MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING
PADA MATERI GETARAN DAN GELOMBANG
UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DAN
KEMAMPUAN ICT SISWA SMP
BERBASIS OBSERVASI GEJALA FISIS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA SMA
TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN
MASALAH
DI KABUPATEN SERANG/BANTEN, BERDASARKAN DATA MAGNETIK MENGGUNAKAN FILTER TILT ANGLE DERIVATIVE
PROBLEM BASED INSTRUCTION DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA
SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN FISIKA
TEKNIK SCREEN PRINTING
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
PADA TOPIK LISTRIK DINAMIS
DALAM MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS
SISWA SMP KELAS VII PADA PEMBELAJARAN FISIKA
DALAM MEMPELAJARI MATERI PESAWAT SEDERHANA
MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW
DI KELAS 8 A SMPN 1 RENGASDENGKLOK-KARAWANG
KEKERASAN DAN KETANGGUHAN PATAH KERAMIK (MgO-MgAl2O4)
DARI SERBUK HASIL PROSES SOL-GEL SEBAGAI BAHAN BAKAR
MATRIKS INERT UNTUK REAKTOR NUKLIR
METODE EKSPERIMEN PADA POKOK BAHASAN KALOR KELAS X
MADRASAH ALIYAH MATHLABUL HUDA KORONCONG
PANDEGLANG BANTEN
DI TPA BABAKAN CIPARAY
DI MA YLPI TEGALLEGA SUKABUMI MELALUI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL
BANDUNG TAHUN PELAJARAN 2009/2010.
INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN
HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA
NB 1 : Saya mendapatkan order 10 - 20 paket per hari dan semakin bertambah setiap harinya. Karena itu segeralah pesan sekarang karena harga bisa berubah sewaktu waktu.
NB 2 : Khusus jurusan informatika, sebagian skripsi dilengkapi dengan source code (program)
NB 3 : Ada bonus tambahan lagi jika Anda memesan sekarang. Silakan klik di sini untuk melihat bonus tambahannya.