Selasa, 26 Maret 2013

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER DENGAN PETA KONSEP UNTUK MENCAPAI KETUNTASAN BELAJAR SISWA PADA MATERI


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dipelajari siswa di jenjang pendidikan formal mulai dari tingkat SD sampai SMA. Matematika juga merupakan ilmu dasar yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari. Sering kali orang memakai konsep matematika untuk menyelesaikan permasalahan yang ada tanpa mereka sadari bahwa mereka telah melakukannya1. Misalkan dalam bidang perdagangan, pada bidang ini salah satu kegunaan matematika adalah untuk mencari laba rugi. Dalam mencari laba rugi manusia menggunakan operasioperasi bilangan serta lambang-lambang matematika sehingga didapatkan hasil yang diinginkan. Contoh di atas merupakan salah satu kegunaan matematika bagi manusia. Salah satu sebab mengapa manusia menggunakan matematika untuk menyelesaikan permasalahannya yaitu karena di dalam matematika terdapat lambang-lambang (simbol), gambar serta operasi hitung yang dapat membantu siswa atau manusia memecahkan masalah dalam kehidupan2. Mengingat betapa pentingnya matematika, maka matematika perlu di sampaikan kepada siswa, oleh karena itu guru dalam melaksanakan pengajaran harus mengarah pada penguasaan konsep matematika. Karena dalam konsep matematika, konsep A dan konsep B mendasari konsep C, maka konsep C tidak mungkin di pelajari sebelum konsep A dan B dipelajari terlebih dahulu. Demikian pula konsep D baru dapat dipelajari bila konsep C sudah dipahami. Ini berarti pengalaman belajar yang lalu memegang peranan untuk memahami konsep-konsep baru. Jelas bahwa pengalaman belajar matematika di SMP misalnya, akan sangat berpengaruh terhadap kemampuan penguasaan bahan matematika di SMA3. Pada pengajaran matematika guru lebih banyak menyampaikan sejumlah ide atau gagasan-gagasan matematika, sementara dalam pembelajaran matematika siswa mendapat porsi lebih banyak dari ada guru, bahkan mereka harus dominan dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan pembelajaran, siswa berperan aktif sebagai pembelajar dan fungsi guru lebih pada sebagai fasilitator. Kenyataan menunjukkan bahwa rendahnya hasil belajar siswa SMP melalui NEM merupakan tantangan yang serius bagi dunia pendidikan dan semua pihak yang berkecimpung dalam pendidikan matematika. Hal ini dimaksudkan agar siswa tidak jenuh dalam menerima dan mengikuti proses belajar mengajar matematika. Salah satu faktor yang mungkin sebagai penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah bahwa perencanaan dan penerapan pembelajaran yang dilakukan oleh para guru matematika masih dominan dengan metode transfer informasi. Kondisi pembelajaran seperti ini akan menimbulkan kebosanan bagi siswa, siswa tidak dapat melihat hubungan antar materi pelajaran yang telah dipelajari dengan materi berikutnya. Ini diperparah dengan sikap guru yang tidak pernah mengingatkan kembali siswa tentang materi sebelumnya dan terus melanjutkan tanpa memperhatikan apakah siswa pada umumnya telah memahami materi yang diberikan sehingga pelajaran matematika tidak menarik, tidak disenangi, dan dengan sendirinya pelajaran matematika akan terasa sulit. Dengan demikian sebagai konsekuensinya hasil belajar yang di capai siswa belum sesuai dengan harapan4. Ausubel menyatakan bahwa faktor tunggal yang sangat penting dalam proses belajar mengajar adalah apa yang telah diketahui siswa berupa materi pelajaran yang telah dipelajarinya. Apa yang telah dipelajari siswa dapat dimanfaatkan dan dijadikan sebagai titik tolak dalam mengkomunikasikan
informasi atau ide baru dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat melihat keterkaitan antara materi yang sudah diberikan dengan materi baru. Namun sering terjadi siswa tidak mampu melakukannya. Dalam hal inilah diperlukan adanya alat yang dapat menjembatani informasi atau ide baru dengan materi pelajaran yang telah diterima oleh siswa. Alat penghubung yang dimaksud oleh Ausubel dalam teori belajar bermaknanya adalah Advance  Advance organizer dapat dikatakan sebagai pengatur awal dalam kemajuan belajar yaitu abstraksi dari bahan yang akan dipelajari. Advance organizer sangat besar pengaruhnya bagi peserta didik dalam proses pembelajaran karena bahan yang dirancang dengan baik akan menarik perhatian siswa dan akan menghubungkan bahan yang baru dengan apa yang telah diketahui sebelumnya serta tersimpan dalam struktur kognitifnya. Struktur kognitif ini akan menentukan kejelasan arti-arti yang timbul pada saat pengetahuan baru masuk, termasuk proses interaksinya, sehingga terjadilah proses belajar bermakna5. Belajar bermakna disini merupakan proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang6. Salah satu cara untuk menjelaskan materi pelajaran kepada siswa agar dapat menghubungkan atau mengkaitkan antar konsep, sehingga terjadi kegiatan belajar bermakna adalah dengan menggunakan peta konsep. Peta konsep merupakan sebuah strategi alternatif yang dapat digunakan dalam membantu siswa memahami materi. Pemakaian peta konsep ini bertujuan
agar materi yang dibuat melalui peta konsep tersebut dapat dipahami dan dapat dibuat untuk merangkum pelajaran. Peta konsep juga merupakan skema yang menggambarkan suatu himpunan konsep (termasuk teorema, prinsip, sifat dan lain-lain) dengan maksud mengaitkan atau menanamkan dalam suatu kerangka kerja dengan menggunakan proposisi-proposisi agar menjadi jelas, baik bagi siswa maupun guru. Hal ini disebut sebagai alat bantu bagi guru sebelum proses belajar yang terjadi dapat dikatakan bermakna. Salah satu materi matematika yang sesuai dengan peta konsep adalah pecahan. Karena pada materi pecahan antara konsep yang satu dengan konsep yang lain saling berhubungan. Selain itu konsep pecahan adalah konsep-konsep dasar yang harus dikuasai siswa sebelum mempelajari materi lebih lanjut terutama tentang aljabar. Jadi tugas guru dalam mengajar, pertama menyajikan kerangka konsep yang umum (organizer) dan menyeluruh yang akan berfungsi sebagai pengorganisasi semua informasi yang akan diasimilasikan siswa. Berdasarkan dari permasalahan diatas, maka penulis merasa perlu untuk mengadakan penelitian yang berkaitan dengan “PENCAPAIAN KETUNTASAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER DENGAN BANTUAN PETA KONSEP DI SMP NEGERI 3 TAMAN SIDOARJO”.

Ditulis Oleh : Unknown // 21.20
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar