Senin, 25 Maret 2013

PENINGKATAN PENGENALAN LAMBANG BILANGAN MELALUI PERMAINAN KALUNG ANGKA BAGI ANAK RAUDHATUL ATHFAL AL-QUR’AN THAWALIB PADANGPANJANG


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Taman Kanak-kanak (TK) salah satu bentuk satuan pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak usia 4 sampai 6 tahun yang berfungsi mengembangkan semua aspek perkembangan anak, meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), sosial dan emosional serta membina, menumbuhkan dan mengembanngkan seluruh potensi anak usia diini secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap pekembangannya agar memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya.
Sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang No.20 tentang Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003 pada BAB I pasal 1 ayat 14: “Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.” Pendidikan anak usia dini hanya mengacu kepada pendidikan anak setelah lahir maka apabila ditelusuri lebih dalam lagi Islam telah meletakkan dasar pendidikan bagi anak sebelum anak itu lahir dan tidak hanya sebatas pendidikan anak usia dini yang hanya menekankan tentang pemberian pendidikan terhadap anak yang sudah lahir saja. 2
Pendidikan anak usia dini hendaknya dapat mengembangan seluruh aspek perkembangan seluruh aspek perkembangan anak, salah satunya kognitif. Kognitif adalah suatu proses berpikir yaitu kemampuan individu untuk menghubungkan, menilai dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa. Pada dasarnya pengembangan kognitif dimaksudkan agar anak mampu melakukan eksplorasi terhadap dunia sekitar melalui pancainderanya, sehingga dengan pengetahuan yang di dapatkannya tersebut anak akan dapat melangsungkan hidupnya dan menjadi manusia utuh sesuai dengan kodratnya sebagai makhluk Tuhan yang harus memberdayakan apa yang ada di dunia ini untuk kepentingan dirinya dan orang lain.
Kemampuan kognitif diperlukan oleh anak dalam rangka mengembangkan pengetahuannya tentang apa yang ia lihat, dengar, rasa, raba ataupun ia cium melalui panca indra yang dimilikinya. Melalui pengembangan kognitif, fungsi pikir dapat digunakan dengan cepat dan tepat untuk mengatasi suatu situasi untuk memecahkan masalah. Di TK dan lembaga pendidikan sejenis lainnya pengembangan kognitif dikenal juga dengan istilah pengembangan daya pikir. Dalam kaitannya dengan pengembangan kognitif anak, media apapun yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar di TK adalah untuk belajar sambil bermain. Kegiatan pembelajaran di TK mengutamakan bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain. Secara bermain memotifasi anak untuk mengetahui sesuatu lebih mendalam dan secara spontan anak mengembangkan kemampuannya. 3
Dunia anak tidak dapat dilepaskan dari dunia bermain dan hampir semua kegiatan bermain anak menggunakan alat permainan. Suasana belajar yang penuh tawa dan gerak dapat terwujudkan dalam berbagai bentuk permainan dan kegiatan-kegiatan kreatif. Oleh karena itu alat permainan tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan anak. Bermain bagi anak usia dini merupakan jembatan bagi berkembangnya semua aspek. Permainan atau bermain adalah kata kunci pada pendidikan anak usia dini. Ia sebagai media sekaligus sebagai substansi pendidikan itu sendiri.
Alat permainan edukatif (APE) untuk anak usia dini selalu dirancang dengan pemikiran yang mendalam disesuaikan dengan rentang usia anak usia dini. Alat Permainan Edukatif juga untuk mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak usia dini (aspek fisik motorik, emosi, sosial, bahasa, kognitif dan moral). Dan Alat Permainan Edukatif yang dirancang untuk mengembangkan aspek kognitif biasanya dapat digunakan untuk melatih daya nalarnya.
Perkembangan logika-matematika berkaitan dengan perkembangan berpikir sistematis, kemampuan menghitung dan membuat angka, membuat klasifikasi dan kategori, serta menemukan sebab-akibat. Pengembangan kognitif dimaksudkan agar individu mampu mengembangkan kemampuan persepsinya, ingatan, berpikir, pemahaman terhadap simbol dan lambang, melakukan penalaran dan memecahkan masalah.
Sesuai dengan kurikulum berbasis kompetensi TK disebutkan bahwa pengembangan kemampuan kognitif anak di TK bertujuan untuk 4
mengembangkan kemampuan berpikir anak agar dapat mengolah perolehan belajarnya, dapat menemukan macam-macam alternatif pemecahan masalah, membantu anak untuk mengembangkan kemampuan logika matematikanya serta pengetahuan akan ruang dan waktu, mengembangkan kemampuan memilah-milah dan mengelompokkan, serta mempersiapkan pengembangan kemampuan berpikir teliti.
Optimalisasi perkembangan anak memerlukan pengkondisian yang kondusif. Untuk itu perlu memfasilitasi perkembangan anak dengan menciptakan kondisi yang memungkinkan anak berkembang secara optimal. Dan sebagai guru kita wajib menstimulasi munculnya kemampuan-kemampuan kognitif tersebut dalam pembelajaran di TK melalui permainan-permainan. Aktivitas bermain berfungsi untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak. Keterlibatan kognitif dalam kegiatan bermain ini bergerak dari perlibatan kemampuan kognitif secara sederhana kepada kemampuan kognitif yang lebih tinggi.
Tapi fenomena dilapangan penulis temukan yang terjadi di RA Al-Qur’an Thawalib Padangpanjang dikelompok B5 anak dapat menyebutkan urutan bilangan tapi tidak mengetahui lambang bilangannya/kurang memahami angkanya. Hal ini disebabkan karna masih kurangnya kemampuan guru dalam menciptakan alat permainan yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak dan dapat mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak tanpa harus membebani mereka dengan tugas-tugas pada buku lembaran kerja atau buku tulis sebagaimana yang dilakukan guru selama ini. Dan metode yang 5
digunakan guru kurang bervariasi. Hal ini terlihat pada kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan kemampuan kognitif anak dalam mengenal lambang bilangan, anak lebih sering dibatasi tugas menulis angka. Sehingga pembelajaran dengan kegiatan tersebut kurang berkesan/bermakna bagi anak.
Dan oleh sebab itu penulis tertarik untuk mengadakan penelitian ini dalam rangka meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal lambang bilangan. Dan penulis melihat bahwa permasalahan perlu di atasi dan dipecahkan, agar proses belajar mengajar dapat tercapai sebagaimana diharapkan sesuai kompetensi dasar, hasil belajar dan indikator yang ada di KBK. Agar permasalahan ini cepat teratasi maka diperlukan upaya yang efektif dan efisien maupun relevan dengan masalah yang dipecahkan salah satunya adalah dengan menggunakan permainan kalung angka. Melalui permainan ini banyak potensi anak berkembang terutama yang berhubungan dengan perkembangan kognitif anak dalam mengenal lambang bilangan. 


Ditulis Oleh : Unknown // 08.59
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar