Minggu, 24 Maret 2013

KEANEKARAGAMAN JENIS GASTROPODA DI PANTAI RANDUSANGA KABUPATEN BREBES JAWA TENGAH SKRIPSI

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Brebes merupakan kota kecil di pesisir utara ujung paling barat wilayah Jawa Tengah. Letaknya yang berada di jalur lalu-lintas pantai utara (pantura) dan merupakan pintu gerbang ke Jawa Tengah dari arah barat di samping berbatasan dengan wilayah Jawa Barat, menjadikan daerah ini sebagai kota lintasan yang cukup penting. Kabupaten Brebes terdiri atas dataran rendah, dataran tinggi, pegunungan dan perbukitan dengan iklim tropis yang bercurah hujan rata-rata 18,94 mm, curah hujan maksimum 347 mm dan curah hujan minimum 2 mm. Kondisi itu menjadikan kawasan tersebut sangat potensial untuk pengembangan pertanian, hortikultura, perkebunan, peternakan dan perikanan.
Pesisir Brebes banyak dilalui oleh sungai besar dan kecil yang merupakan bagian dari DAS Cisanggarung di bagian barat dan DAS Pemali di bagian timur. Sungai-sungai tersebut bermuara di perairan Pesisir Brebes membentuk delta pada bagian barat dan timur. Banyaknya material sungai yang diangkut dan diendapkan di pantai, menyebabkan kawasan ini merupakan pantai maju (prograded coastal), terutama pada daerah delta sungai Cisanggarung dan sungai Pemali. Walaupun pengaruh sungai cukup dominan, namun pengaruh laut juga cukup besar, hal ini dapat dilihat pada kedua daerah delta tersebut di atas tidak membentuk delta kaki burung (bird 1 2 foot delta), sebagai ciri delta yang di dominasi oleh sistem sungai (fluvial). Kondisi ini memberikan gambaran bahwa proses-proses alam yang terjadi di Perairan Pantai Brebes cukup komplek yaitu interaksi antara proses asal darat (sedimentasi) dan proses asal laut (gelombang, pasang surut dan arus ). Pantai Brebes dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis pantai, yaitu: pantai delta (Delta Losari dan Pemali), pantai teluk (Teluk Bangsri) dan pantai lurus (Randusanga). Berdasarkan tingkat perkembangan atau penambahan daerah pantainya, pantai delta mengalami perubahan paling dinamis, diikuti oleh pantai teluk kemudian oleh pantai lurus. Pembagian zonasi pantai terdiri dari bagian barat mulai dari Losari (Prapag Kidul dan Prapag Lor), Teluk Bangsri sampai dengan sekitar muara sungai Nippon (Desa Sawojajar dan Kaliwlingi) baik untuk pengembangan konservasi tanaman bakau (mangrove) yang dapat berfungsi untuk pemulihan daya dukung lingkungan, sedangkan wilayah pantai bagian timur mulai sebelah timur sungai kanal sampai dengan Pantai Randusanga Kulon sangat baik untuk dikembangkan menjadi Kawasan Pelabuhan Antarpulau maupun Kawasan Pariwisata Pantai.
Pantai Randusanga merupakan pantai pasang-surut yang masih alami dan kaya akan flora dan fauna, di mana pantai ini memerlukan perhatian khusus supaya lebih bermanfaat bagi dunia pendidikan dan perikanan. Bagi dunia pendidikan, pantai Randusanga merupakan sumber belajar yang belum terorganisasi dan menyimpan berbagai persoalan yang dapat digunakan dalam memahami konsep-konsep biologi, seperti struktur atau pun
3 morfologinya. Bagi dunia perikanan, pantai Randusanga merupakan sumber penghidupan bagi penduduk setempat.
Salah satu fauna yang dapat ditemukan di Pantai Randusanga adalah Gastropoda. Menurut Dharma (1988), Gastropoda umumnya hidup di laut tetapi ada sebagian yang hidup di darat. Gastropoda mempunyai peranan yang penting baik dari segi ekologi maupun ekonomi. Beberapa Gastropoda mempunyai nilai penting secara ekonomi karena cangkangnya dapat digunakan untuk berbagai hiasan yang mahal, seperti Cypraea, Murex, dan Trochus. Selain itu beberapa Gastropoda juga dapat berperan sebagai sumber bahan makanan seperti Cymbiola yang diambil dagingnya untuk dikonsumsi, sedangkan dari segi ekologi yang berperan sebagai konsumen sebagai contohnya adalah Cellana radiata.
Terbatasnya informasi mengenai Gastropoda di pantai Randusanga, mendorong kita untuk lebih mengetahui bagaimana tingkat keanekaragaman jenis Gastropoda di pantai tersebut. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian tentang Gastropoda di pantai Randusanga.

B. Permasalahan

Berdasarkan uraian di atas maka, permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah :
Bagaimanakah tingkat keanekaragaman jenis Gastropoda di pantai Randusanga Kabupaten Brebes Jawa Tengah.

C. Penegasan Istilah
Untuk menghindari adanya perbedaan pengertian dalam penelitian ini maka perlu diberikan penjelasan tentang beberapa istilah. Istilah yang perlu diberikan penjelasan adalah sebagai berikut.
1. Keanekaragaman jenis
Keanekaragaman jenis adalah gabungan antara jumlah jenis dan jumlah individu masing-masing jenis dalam komunitas ( Desmukh, 1992). sedangkan Menurut Soegianto (1994), keanekaragaman jenis adalah sebagai suatu karakteristik tingkatan komunitas berdasarkan organisasi biologisnya. Dalam penelitian ini yang dimaksud adalah keanekaragaman jenis Gastropoda yang terdapat di Pantai Randusanga.
2. Gastropoda
Merupakan hewan Mollusca yang berjalan dengan bagian kaki perut, berasal dari bahasa Yunani (gaster = perut; podas = kaki) artinya hewan yang memiliki kaki perut. Pada penelitian ini yang dimaksud adalah Gastropoda yang hidup di Pantai Randusanga.
3. Pantai Randusanga
Pantai merupakan daerah peralihan antara daratan dan lautan yang sering ditandai dengan adanya suatu perubahan yang berangsur-angsur (daerah pasang-surut). Pantai Randusanga merupakan pantai yang terletak di kabupaten Brebes dengan luas areal kurang lebih 40 Ha dan panjang pantai kurang lebih 3 km (Dinas Pariwisata Brebes).

D. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keanekaragaman jenis Gastropoda di pantai Randusanga Kabupaten Brebes Jawa Tengah.
E. Manfaat Penelitian
Ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu:
1. Sebagai sumber belajar untuk menambah pengetahuan dasar tentang Gastropoda.
2. memberi informasi kepada khalayak umum tentang keanekaragaman jenis Gastropoda khususnya di pantai Randusanga Kabupaten Brebes.
3. untuk menjaga kelestarian keanekaragaman jenis Gastropoda yang ada di Pantai Randusanga agar tetap lestari.

Ditulis Oleh : Unknown // 23.53
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar