BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang Masalah
Penjadwalan merupakan suatu proses pengaturan sumber daya untuk
menyelesaikan tugas-tugas dengan melibatkan pekerjaan, sumber daya, dan
waktu. Pekerjaan diproses pada setiap
sumber daya dengan urutan tertentu selama waktu tertentu. Tujuan dari masalah penjadwalan antara lain:
meminimumkan waktu penyelesaian semua tugas (makespan), meminimumkan keterlambatan pengerjaan, meminimumkan
waktu tunggu pada mesin, meminimumkan biaya, dan lain-lain.
Masalah
penjadwalan merupakan salah satu aspek penting pada lingkungan industri.
Misalkan suatu percetakan akan memproduksi brosur, koran, dan majalah dengan
menggunakan 3 sumber daya, yaitu mesin cetak, mesin potong, dan mesin
jilid. Misal brosur hanya melalui mesin
cetak, sementara koran setelah dicetak perlu dipotong, sedangkan majalah
setelah dicetak, dijilid, lalu dipotong.
Pada beberapa masalah penjadwalan, pekerjaan memiliki batas waktu, sehingga mempengaruhi prioritas
pemrosesan. Salah satu solusi untuk
menyelesaikan masalah percetakan tersebut, dapat dimulai dengan menempatkan
majalah pada mesin cetak, karena majalah memiliki urutan proses yang
terpanjang. Setelah majalah dicetak,
proses untuk majalah dilanjutkan dengan menempatkan majalah pada mesin jilid,
sementara akan ditentukan apakah brosur atau koran yang akan ditempatkan pada
mesin cetak. Penempatan brosur pada
mesin cetak akan lebih baik dari pada koran, karena jika koran yang ditempatkan
terlebih dahulu pada mesin cetak, maka kemungkinan koran dan majalah akan tiba
di mesin potong pada waktu yang bersamaan.
Setelah brosur dicetak maka pemrosesan brosur selesai, dan koran dapat
ditempatkan pada mesin cetak, sementara majalah ditempatkan pada mesin potong. Proses dari majalah selesai setelah
pemotongan, dan sebagai proses terakhir, koran ditempatkan pada mesin
potong. Masalah percetakan tersebut
hanya menggunakan tiga sumber daya untuk menyelesaikan tiga pekerjaan, jika
suatu masalah dengan pekerjaan dan sumber daya yang lebih banyak, maka
pemrosesan akan menjadi lebih kompleks.
Job shop scheduling problem merupakan salah
satu masalah penjadwalan yang memiliki kendala urutan pemrosesan tugas, dan
setiap tugas harus melalui setiap mesin tepat satu kali. Terdapat dua jenis metode yang biasa
digunakan untuk menyelesaikan masalah job
shop scheduling problem. Metode
eksak, seperti pemrograman linier dan pemrograman non-linier, dapat digunakan
untuk ukuran job shop scheduling problem
yang kecil. Sedangkan untuk ukuran
masalah yang besar, digunakan suatu pendekatan secara aproksimasi, seperti local search, simulated annealing, genetic
algorithm, tabu search, dan ant colony optimization. Hal ini
disebabkan karena untuk ukuran masalah yang besar, kompleksitasnya akan semakin
besar.
Pada
skripsi ini, pendekatan yang digunakan adalah algoritma genetik, dengan
menerapkan teknik local search. Algoritma genetik ditemukan oleh John Holland
pada tahun 1960. Algoritma ini
menerapkan suatu proses evolusi biologi.
Banyak percobaan dalam menyelesaikan job
shop scheduling problem dengan menggunakan metode algoritma genetik, tetapi
masih terdapat beberapa percobaan yang menghasilkan solusi yang tidak
layak. Pada metode dalam skripsi ini,
ketidaklayakan dari solusi dapat dihindari dengan menggunakan suatu skema yang
menjaga urutan pemrosesan tugas. Kualitas dari solusi akan diuji dengan
menggunakan beberapa masalah uji yang biasa dipakai untuk menyelesaikan job shop scheduling problem.
Terdapat tiga operator dasar yang
digunakan pada algoritma genetik, yaitu reproduksi, crossover, dan mutasi.
Reproduksi digunakan untuk menyeleksi solusi-solusi yang akan diproses, crossover digunakan untuk memperoleh
solusi-solusi melalui proses perkawinan, dan mutasi digunakan untuk mengubah
kualitas dari suatu solusi. Pada skripsi
ini, akan digunakan suatu operator crossover
yang sederhana dan efisien, yang memastikan bahwa setiap solusi baru yang
dihasilkan akan selalu layak. Pada tahap
mutasi, akan digunakan suatu operator yang mengarah pada suatu proses pencarian
local search, dengan harapan akan
meningkatkan kualitas dari solusi.
1.2 Perumusan
Masalah
Apakah job shop scheduling problem dapat
diselesaikan dengan menggunakan algoritma genetik, dan apakah pemilihan antara
menggunakan mutasi sederhana dengan local
search mutator akan mempengaruhi kinerja dari algoritma.
1.3
Tujuan
Penulisan
Penulisan
skripsi ini bertujuan untuk melihat kemampuan dari local search genetic algorithm dalam menyelesaikan job shop scheduling problem dengan
menggunakan suatu masalah uji yang biasa dipakai untuk menguji kinerja dari
suatu program untuk menyelesaikan job
shop scheduling problem. Selain itu,
akan dilihat juga perbandingan kinerja dari local
search genetic algorithm antara hanya menggunakan crossover, menggunakan crossover dan mutasi sederhana, dan
dengan menggunakan crossover dan local
search mutator.
1.4 Pembatasan
Masalah
Job shop scheduling problem yang akan
dibahas adalah job shop scheduling problem dengan tujuan meminimumkan makespan. Sedangkan untuk pengujian, masalah uji yang
digunakan dibatasi hanya untuk 3 masalah.
1.5 Sistematika
Penulisan
Sistematika pembahasan
skripsi ini adalah sebagai berikut: Bab I membahas tentang latar belakang,
tujuan dari skripsi, batasan masalah, dan sistematika penulisan; Bab II
membahas definisi dan teori dasar dari masalah penjadwalan, job shop scheduling problem, algoritma
genetik, dan local search; Bab III
membahas tentang local search genetic
algorithm dalam menyelesaikan job shop scheduling problem; Bab IV
membahas implementasi algoritma dan beberapa hasil eksperimen; dan terakhir Bab
V membahas kesimpulan yang berdasarkan pada hasil eksperimen.


0 komentar:
Posting Komentar