BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Anak merupakan
karunia dari Tuhan yang wajib mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari kedua
orangtuanya. Anak akan tumbuh dan berkembang menjadi individu yang baik apabila
mereka dirawat dan dididik di dalam lingkungan yang sehat, penuh kasih sayang
dan sudah selayaknya kebutuhan mereka terpenuhi. Salah satu kebutuhan yang
tidak boleh tertinggal adalah kebutuhan akan pendidikan, karena pendidikan
adalah bekal utama dalam meraih masa depan. Pendidikan seharusnya dimulai sejak
usia dini dan orang tua harus bertanggung jawab penuh atas kesejahteran dan keharmonisan
keluarga terutama anaknya. Seiring masa perkembangan mental serta fisik, anak
berusia dibawah usia 2 tahun membutuhkan perhatian ekstra dari orang tuanya,
karena pada usia tersebut anak sudah bisa berinteraksi dengan lingkungan
walaupun masih dalam bentuk refleks yang sangat sederhana. Usia balita
merupakan tahap dimana intelejensi anak terbentuk. Senada dengan pendapat
Hurlock,\ Benyamin S. Bloom, seorang ahli pendidikan mengatakan bahwa 50% dari potensi
inteligensi anak sudah terbentuk di usia 4 tahun, kemudian mencapai 80% ketika
anak berusia 8 tahun. Usia pra-sekolah merupakan masa genting dalam kehidupan
anak, masa yang sangat menentukan, karena merupakan masa “keemasan” baginya
dalam belajar, masa anak berada dalam keadaan xviii yang sangat peka untuk
menyerap segala informasi yang ada di sekitarnya, lingkungan terdekatnya dan
menerima rangsangan-rangsangan dari luar. (Sriti Mayang Sari, 1 Juni 2004, Peran Warna Interior Terhadap
Perkembangan Dan
Pendidikan Anak
Di Taman Kanak-Kanak, Surabaya;
Desain Interior, Fakultas Seni dan Desain Universitas Kristen Petra Surabaya). Oleh karena
itu, harus ada perhatian khusus terhadap perkembangan anak tersebut, karena di
masa itu adalah periode awal perkembangan dimana nantinya anak-anak akan tumbuh
menjadi orang dewasa. Semua pengalaman yang dialami dalam masa kanak-kanak,
baik dan buruknya akan selalu diingat hingga dia mencapai dewasa. Umumnya anak
dalam usia tersebut masih sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan, sehingga
harus dilatih dari awal untuk bersosialisasi ke dunia luar yang bersifat
positif, sehingga orang tua berperan penting untuk memberikan bimbingan dan
pendidikan kepada anak. Di jaman sekarang ini, orang tua tidak bisa sepenuhnya
mencurahkan perhatian dan pengawasan terhadap anaknya, karena tuntutan
pekerjaan yang sangat menyita waktu, sedangkan para orang tua ingin mencurahkan
segala kasih sayangnya agar kebutuhan dan keinginan anaknya terpenuhi. Adanya
kesibukan orang
tua, memungkinkan untuk menitipkan anaknya dan menyekolahkan di sebuah lembaga
yang mereka percayai, tanpa mengganggu aktivitas mereka dan anak mendapatkan
bimbingan yang berkualitas. Perencanaan pendidikan anak usia dini dengan
memperhatikan aspekaspek kanak-kanak (anak batita dan balita) sebagai pengguna
utama dengan fasilitas yang edukatif dan rekreatif yang disesuaikan dengan
usianya, xix diharapakan dapat mendukung. Perencanaan sarana ini mengutamakan kenyamanan,
keamanan dan kesehatan, untuk itu banyak aspek – aspek interior (dimensi,
bentuk furniture, material, warna yang diterapkan dalam interior) yang harus
dipertimbangkan agar tujuan untuk membimbing, mendidik serta mendukung
perkembangan anak dapat tercapai.
B. Batasan
Permasalahan
Perencanaan dan
perancangan interior Pendidikan Anak Usia Dini ini mengutamakan permasalahan
pada fasilitas belajar dan bermain di Tempat Penitipan Anak, Kelompok Bermain (
Playgroup ) dan Taman Kanak -Kanak, seperti :
1. Ruang Tidur (Tempat
Penitipan Anak )
2. Ruang Kelas /
Sentra (Playgroup dan Taman Kanak-Kanak).
3. Ruang
Perpustakaan
4. LOBBY
5. Office
Dari batasan
permasalahan tersebut, memusatkan pada perencanaan dan perancangan pada
penempatan lay out, furniture, pemilihan material yang aman dan tidak berbahaya
tetapi menarik bagi anak sehingga mereka merasa nyaman. Perencanaan dan
perancangan pendidikan anak usia dini ini juga mempertimbangkan pemilihan warna
secara psikologis untuk disesuaikan dengan kegiatan dan sifat anak.
C. Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
merencanakan dan merancang interior dengan aspek anak berusia 0-6 tahun sebagai
pengguna utama dari Pendidikan Anak Usia Dini.
2. Bagaimana
menyediakan fasilitas yang bersifat edukatif dan rekreatif yang mampu mendukung
daya imajinasi dan kreativitas anak yang berguna untuk perkembangan kepribadian
dan potensi mereka di masa depan.
3. Bagaimana
menciptakan nuansa interior nyaman sekaligus menarik bagi anak.
D. Tujuan
1. Merencanakan
dan merancang interior dengan aspek anak berusia 0-6 tahun sebagai pengguna
utama dari Pendidikan Anak Usia Dini.
2. Menyediakan
fasilitas yang bersifat edukatif dan rekreatif yang mampu mendukung daya
imajinasi dan kreativitas anak yang berguna untuk perkembangan kepribadian dan
potensi mereka di masa depan.
3. Menciptakan
nuansa interior yang nyaman sekaligus menarik bagi anak.
E. Sasaran
Fasilitas
Pendidikan Anak Usia Dini ini ditujukan bagi anak –anak yang berusia 0 – 6
tahun sebagai pengguna utama dan pengajar, pengelola dan orang tua / pengunjung
pada umumnya.
F. Manfaat
Manfaat dari
adanya Perencanaan dan Perancangan Pendidikan Anak Usia Dini ini antara lain:
1. Sebagai
tempat basic education yang bersifat rekreatif kepada anak yang berusia
0-6 tahun yang dapat mempengaruhi perkembangan anak secara positif / baik.
2. Sebagai
referensi kepada para orang tua serta masyarakat awam tentang Pendidikan Anak
Usia Dini yang merupakan tempat untuk mendidik anak dengan fasilitas yang dapat
mengakomodasi kegiatan anak-anak.
3. Sebagai
referensi kepada civitas academia untuk melakukan penelitian tentang
interior ruang serta fasilitas Pendididkan Anak Usia Dini sebagai tempat basic
education yang bersifat rekreatif.


0 komentar:
Posting Komentar