Minggu, 24 Maret 2013

PENGGUNAAN MODUL HASIL PENELITIAN IDENTIFIKASI FUNGI DALAM TAPE TALAS SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KETERAMPILAN MENGINTERPRETASI DATA PADA SISWA KELAS X SMA

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tape merupakan makanan tradisional yang sangat populer di Indonesia. Tape biasanya dibuat dari beras ketan dan ketela pohon yang kaya akan kandungan karbohidrat. Alternatif bahan yang bisa digunakan dalam pembuatan tape selain dari beras ketan dan singkong adalah dari talas (Colocasia esculenta L.) Talas merupakan umbi-umbian yang juga mengandung karbohidrat cukup tinggi, protein, lemak, dan
vitamin. Proses pembuatan tape dimulai dengan proses fermentasi. Proses fermentasi yang terjadi selama pembuatan tape tidak terlepas dari peranan mikroba yang terdapat pada ragi tape, mikroorganisme yang terdapat dalam ragi tape berasal dari golongan kapang, khamir dan bakteri. Identifikasi fungi pada tape sangat perlu dilakukan untuk mengetahui fungi apa saja yang terlibat aktif dalam proses pembuatan tape.
Hasil identifikasi fungi yang dilakukan bisa diaplikasikan di dunia pendidikan yaitu sebagai literatur dan sumber belajar pada materi fungi/jamur. Hasil identifikasi tersebut dapat memberikan informasi tentang berbagai fungi meliputi bentuk dan ciri morfologinya. Hasil identifikasi juga dapat memberikan informasi
tentang peranan mikroba khususnya kapang dan khamir yang termasuk dalam golongan fungi atau jamur dapat dijadikan alternatif sumber belajar pada pokok bahasan jamur atau fungi. Konsep pembelajaran biologi yang diajarkan pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) khususnya pokok bahasan jamur tertuang pada kompetensi dasar yang sudah ditetapkan yaitu “mendeskripsikan ciri-ciri dan jenisjenis
jamur berdasarkan hasil pengamatan, percobaan dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan” Kompetensi dasar ini menuntut siswa memiliki pengalaman belajar berupa kemampuan mengenali ciri–ciri morfologi jamur baik tingkat mikroskopis maupun makroskopis, melakukan kajian literatur mengenai cara
2 reproduksi jamur, memahami informasi tentang peranan jamur dalam kehidupan dan melakukan praktek pembuatan jenis makanan olahan dengan fermentasi jamur. Keberhasilan pencapaian kompetensi dasar tersebut sangat terkait dengan proses pembelajaran. Keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh proses belajar dan aktivitas siswa. Pencapaian kompetensi tersebut diperlukan keterampilanketerampilan
pada proses pembelajaran khususnya biologi karena pada dasarnya pembelajaran biologi tidak lepas dari proses dan keterampilan-keterampilan untuk memahami konsep dan sekaligus sebagai bekal untuk pendidikan yang lebih lanjut dengan adanya keterampilan yang dilatih di sekolah. Keterampilan-keterampilan proses belajar yang dapat dikembangkan di sekolah dalam pembelajaran biologi khususnya antara lain merencanakan penelitian, menyusun hipotesis, mengendalikan variabel, bereksperimen, observasi, menginterpretasi data, dan mengkomunikasikan hasil pengamatan. Keterampilan menginterpretasi data pengamatan merupakan keterampilan yang seyogyanya dikembangkan dalam proses pembelajaran biologi. Keterampilan menginterpretasi data pengamatan adalah keterampilan dasar yang harus dikuasai oleh siswa dalam mata pelajaran Sains khususnya biologi yang pada dasarnya mata pelajaran ini tidak lepas dari penelitian dan percobaan ilmiah. Keterampilan ini harus dikembangkan dan dilatih kepada siswa agar tidak mengalami kesulitan dan bisa menjadi tolak ukur keberhasilan dalam suatu percobaan ilmiah. Menginterpretasi data pengamatan dapat dilihat melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan antara lain mencatat pengamatan, menjelaskan data pengamatan, mengorganisasikan data dalam tabel/gambar, menentukan pola hubungan sebab akibat, membandingkan data dengan teori, mendefinisikan makna dari
gambar, menganalisis data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian/percobaan di dunia sains bisa dipahami oleh semua orang dengan adanya interpretasi data. Inovasi pembelajaran juga bisa dilakukan dengan mengubah pola pembelajaran yang selama ini hanya bersumber pada buku paket dan lembar kerja siswa (LKS) menjadi pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran yang relevan dengan
materi yang diajarkan. Inovasi pembelajaran dapat dilakukan dengan memperkaya sumber belajar yang digunakan oleh siswa salah satunya dengan memanfaatkan modul hasil 3 penelitian biologi. Modul hasil penelitian yang dipakai dalam pembelajaran biologi di kelas X SMA Al Islam 1 Surakarta ini membahas mengenai fungi meliputi ciri morfologi dan struktur dari fungi khususnya fungi dalam tape talas dan peranan
dalam kehidupan sehari–hari yaitu proses pembuatan tape yang melibatkan jamur tersebut. Berdasarkan latar belakang di atas, maka telah dilakukan penelitian dengan
judul : “PENGGUNAAN MODUL HASIL PENELITIAN IDENTIFIKASI FUNGI DALAM TAPE TALAS SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KETERAMPILAN MENGINTERPRETASI DATA PADA SISWA KELAS X SMA”

B. Perumusan Masalah

Berdasar latar belakang tersebut dapat dirumuskan masalah yaitu:
1. Apa sajakah genus dari jamur yang berperan dalam pembuatan tape talas?
2. Adakah pengaruh penggunaan modul hasil penelitian identifikasi fungi dalam
tape talas sebagai sumber belajar biologi dan dampaknya terhadap keterampilan
menginterpretasi data siswa kelas X SMA Al Islam 1 Surakarta tahun pelajaran
2011/2012?

C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui genus dari jamur yang terdapat pada tape talas.
2. Mengetahui pengaruh penggunaan modul hasil penelitian identifikasi fungi
dalam tape talas sebagai sumber belajar biologi dan dampaknya terhadap
keterampilan menginterpretasi data siswa kelas X SMA Al Islam 1 Surakarta
tahun pelajaran 2011/2012.

D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat antara lain
1. Bagi Siswa
a. Melatih keterampilan menginterpretasi data sebagai salah satu kompetensi yang
harus dimiliki
b. Memberikan alternatif sumber belajar yang dapat memperkaya informasi tentang
konsep pembelajaran biologi
2. Bagi guru
a. Masukan bagi guru untuk menyusun sumber belajar alternatif selain buku paket
sebagai upaya inovasi pembelajaran
b. Memberi masukan bagi guru dalam mengembangkan keterampilan
menginterpretasi data pada siswa
3. Bagi institusi
Memberi saran dalam upaya mengembangkan suatu proses pembelajaran
yang melatih keterampilan menginterpretasi data siswa secara umum pada tahap
berikutnya

Ditulis Oleh : Unknown // 23.41
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar