Kamis, 28 Maret 2013

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS

Skripsi Matematika Tags:
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut seseorang untuk dapat menguasai informasi dan pengetahuan. Informasi dan pengetahuan dapat dikuasai jika kita mampu memperoleh, memilih dan mengolah informasi. Dalam penerapannya kemampuan-kemampuan tersebut membutuhkan pemikiran yang kritis, sistematis, logis, dan kreatif.Kecakapan yang kurang dalam berpikir kritis secara langsung mempengaruhi kapasitas bagi individu untuk maju dalam penerapan secara efektif informasi yang sampai kepada mereka. Oleh karena itu diperlukan suatu program pendidikan yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Salah satu program pendidikan yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir tersebut adalah matematika. Hal ini sesuai dengan yang di ungkapkan R.Soedjadi bahwa tujuan diberikannya matematika di jenjang pendidikan dasar dan umum salahsatunya adalah, agar anak selalu berkembang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, rasional, kritis, cermat, jujur, efektif dan efisien.Namun, keadaan dilapangan belumlah sesuai dengan yang diharapkan. Pembelajaran matematika selama ini kurang mengembangkan kemampuanberpikir kritis siswa. Pembelajaran matematika di tingkat SMP cenderung terpaku pada naskah buku paket dan kurang terkait dengan kehidupan sehari-hari siswa.Pembelajaran cenderung abstrak dan dengan metode ceramah, sehingga konsep-konsep matematika yang disampaikan sulit dipahami. Sementara itu kebanyakan guru dalam mengajar masih kurang memperhatikan kemampuan berpikir kritis siswa.Pott telah mengidentifikasi beberapa keterampilan yang berhubungandengan kemampuan berpikir kritis yaitu menemukan analogi dan hubungan lainnya antar informasi, menentukan relevansi dan validitas informasi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah, menentukan dan mengevaluasi solusi atau cara-cara alternatif penyelesaian. Siswa yang berpikir kritis adalah siswa yang mampu mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengkontruksi argument serta mampu memecahkan masalah dengan tepat. Jadi siswa yang berpikir mampu menolong orang lain atau dirinya sendiri dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi. Untuk melatihkan kemampuan berpikir kritis pembelajaran harus difokuskan pada pemahaman konsep dengan berbagai pendekatan daripada keterampilan prosedural. Pott menyatakan ada tiga strategi spesifik untuk pembelajaran kemampuan berpikir kritis, yakni membangun kategori, menentukan masalah, dan menciptakan lingkungan yang mendukung (fisik dan intelektual). Hal-hal yang membuat lingkungan tersebut tercipta antara lain adalah desain pembelajaran, pendekatan yang di pakai, dan Perangkat pembelajaran yang mendukung. Salah satu pendekatan pembelajaran yang memberi ruang untuk melatihkan kemampuan berpikir kritis adalah PMR (Pendidikan Matematika Realistik). Pendapat ini senada dengan yang diungkapkan Ruseffendi, bahwa untuk membudayakan berpikir logis serta bersikap kritis dan kreatif proses pembelajaran dapat dilakukan dengan pendekatan matematika realistik

Ditulis Oleh : Unknown // 09.53
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar