Senin, 25 Maret 2013

Parameter penyetabil, tomografi gelombang mikro, inversi medan terhambur

Latar Belakang Masalah
Sebelum teknologi tomografi gelombang mikro dikembangkan, dalam dunia kedokteran digunakan sinar a untuk menggambar organ-organ bagian dalam. Sumber (Source) yang digunakan pada proses ini sangat berbahaya bagi tubuh, karena bahan yang digunakan mengandung unsur radioaktif dan dapat menimbulkan efek radiasi pada tubuh. Selain itu, dari sudut pandang ekonomi bahan yang digunakan sangat mahal harganya, sehingga tidak semua rumah sakit dapat memanfaatkan teknologi ini. Dengan semakin majunya teknologi, belakangan ini telah ditemukan suatu cara pencitraan bagian dalam organ tubuh yang aman tanpa menimbulkan efek radiasi, yaitu dengan ditemukannya sistem tomografi dengan menggunakan gelombang mikro sebagai sumber. Pengertian tomografi menurut Sternheim (1991 : 641) “Tomography is a procedure that produces an image of a slice of an object”. Maksudnya, tomografi adalah suatu proses yang dapat menghasilkan citra suatu obyek. Kemudian dengan memanfaatkan gelombang mikro dikenal adanya Microwave Tomography System (MTS) dimana dengan menggunakan sistem ini maka rekonstruksi distribusi
bahan-bahan dielektrik pada suatu obyek dapat dilakukan dengan aman. Dengan MTS distribusi bahan dielektrik (dielectric properties) dalam tubuh tersebut dapat direkonstruksi sehingga akan dihasilkan suatu citra. Adapun bahan dielektrik yang ada pada tubuh tersebut dipengaruhi oleh kondisi psikologis obyek, seperti :
1. Konsentrasi Ion.
2. Konsentrasi Zat Cair, dan
3. Suhu
Ketiga unsur tersebut mempunyai tingkatan yang berbeda-beda pada setiap organ dalam setiap keadaan, dalam arti pada salah satu organ pada bagian tertentu memiliki konsentrasi ion, konsentrasi zat cair dan suhu yang berbeda-beda. Kondisi ini dimanfaatkan oleh MTS dalam menampilkan suatu citra. Telah disebutkan di atas bahwa MTS menggunakan gelombang mikro sebagai sumber. Adapun pengertian dari gelombang secara umum menurut Sutrisno; “Gelombang adalah suatu gangguan yang menjalar dalam suatu medium” (Sutrisno, 1979 : 5). Gelombang mikro merupakan gelombang dengan panjang gelombang antara 0,1 mm hingga 1 cm (Beiser, 1997:258). Gelombang mikro yang muncul dari sumber tersebut akan menjalar ke medium dan mengenai obyek. Gelombang yang menjalar melalui suatu sel yang seukuran atau seorde akan memberikan gejala penyebaran arah yang biasa disebut dengan difraksi. Ini merupakan ciri khas dari gelombang elektromagnetik yang tidak dimiliki oleh partikel, karena suatu partikel yang bergerak bebas jika melewati suatu celah tidak akan mengalami perubahan arah. Pada penelitian ini obyek akan dibagi menjadi beberapa sel, semakin banyak pembagian sel akan semakin halus citra yang dihasilkan, sebaliknya semakin sedikit pembagian sel maka citra yang dihasilkan akan kasar. Penentuan banyak sedikitnya sel dibatasi oleh panjang gelombang mikro. Dalam arti lebar maksimal sel sebanding dengan panjang gelombang (l), sehingga efek difraksi seperti tersebut di atas tidak terlalu besar. MTS memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak didapatkan apabila proses pencitraan menggunakan sinar a, kelebihan dari sistem ini antara lain :
1. tidak radioaktif (aman)
2. sensitif terhadap kondisi tubuh.
3. bahan yang digunakan murah (terjangkau).
Dengan mempertimbangkan kelebihan-kelebihan yang ada pada MTS seperti yang telah disebutkan di atas, menjadikan masalah ini banyak mendapatkan perhatian para ahli, sehingga tidak sedikit para ahli yang meneliti permasalahan inversi medan terhambur pada pencitraan dengan menggunakan gelombang mikro.

Ditulis Oleh : Unknown // 06.50
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar