Senin, 25 Maret 2013

INVESTIGASI KONTRAS OBJEK DAN DATA NOISE PADA ALGORITMA PEREKONSTRUKSI TOMOGRAFI ITERATIF CITRA SINAR-X

PENDAHULUAN
Pada masa sekarang ini perkembangan sistem pencitraan tomografi mendapat perhatian yang sangat besar. Hal ini disebabkan karena sistem tomografi mampu menggambarkan penampang lintang suatu benda tanpa
memasukkan suatu alat dalam benda atau membelah benda tersebut. Penampang lintang benda didapatkan dengan cara merekonstruksi data proyeksi benda yang akan diobservasi. Data proyeksi diperoleh dengan cara menyinari benda dengan gelombang elektromagnetik yang dapat menembus benda tersebut. Kuantitas data diukur dengan cara membandingkan intensitas gelombang sebelum dan sesudah melewati objek. Pengukuran biasanya dilakukan pada beberapa antena penerima di sekeliling objek dengan variasi posisi pemancar. Untuk variasi sudut pemancar dan penerima dapat diperoleh dengan menggilir antena pemancar satu persatu di sekeliling objek, seperti pada gambar 1. Rx0 adalah proyeksi data pada antena penerima Rx0 dengan antena pemancar Tx0. Pada variasi sudut yang lain Rx1berpasangan dengan Tx1.

Selanjutnya citra objek dapat dibangun dari data yang terukur dengan menggunakan algoritma perekonstruksi citra. Banyak metode perekonstruksi citra yang dapat digunakan, dua diantaranya adalah Algebraic Reconstruction Techniques (ART) dan Simultaneous Algebraic Reconstruction Technique (SART).
Pada metode ART dan SART gelombang elektromagnetik yang digunakan diasumsikan tidak mengalami difraksi sehingga gelombang yang digunakan harus mempunyai panjang gelombang yang cukup pendek seperti yang dimiliki sinar-x dan sinar-g. Dengan demikian berkas sinar dapat diasumsikan sebagai sebuah
garis linear yang menembus benda. Jika objek yang direkonstruksi dicacah dalam N sel dan jumlah berkas sinar yang digunakan adalah M berkas maka akan didapat m buah persamaan yang memiliki n buah variabel yang tidak diketahui. Penyelesaian persamaan simultan inilah yang menjadi pokok permasalahan dalam
algoritma tomografi linear. ART dan SART sudah dikembangkan untuk aplikasi di bidang kedokteran dan industri, seperti yang telah dilakukan oleh Budiger (Budiger,1974). Budiger mengaplikasikan ART untuk merekonstruksi data pelemahan photon dibidang Radiologi. Sampling data dilakukan pada sistem 2- Dimensi dan 3-Dimensi. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa ART sangat sensitif terhadap noise. Lebih lanjut Bernard (Bernard,1974), menyimpulkan bahwa ART mempunyai kecenderungan konvergen dalam aplikasi 3-dimensi pada 6 dan 7 iterasi pertama. Pada iterasi berikutnya biasanya ART divergen. Hal ini menunjukkan ketidakstabilan ART terhadap jumlah iterasi. Hasil investigasi ART terhadap pengaruh data tebaan awal (a priori data)dilaporkan oleh Yagel (Yagel, 1997). Dari investigasi dilaporkan bahwa a priori
data sangat mempengaruhi kecepatan dan simultasi algoritma. A priori dat ditentukan dengan memperhatikan seluruh data proyeksi yang ada. Dengan a priori seperti ini rekonstruksi bisa berjalan lebih cepat dan tangguh. Hal ini terlihat dari ketahanan solusi terhadap noise meningkat. Seluruh pengujian dilakukan secara simulasi dan eksperimental. Variasi jumlah antena dan jumlah sel objek juga dilakukan. Semua variasi parameter tersebut tergantung pada a priori data yang digunakan.


Ditulis Oleh : Unknown // 06.34
Kategori:

0 komentar:

Posting Komentar